Showing posts with label ebook Islami. Show all posts
Showing posts with label ebook Islami. Show all posts

07 May 2009

Bencana dari Takut Gagal

Resiko Selalu Ada
Setiap yang kita lakukan adalah mengandung resiko. Mulai dari memasak, ada resikonya. Coba saja kita lihat resiko dari memasak. Pertama resiko gosong, resiko tidak enak, resiko ada racunnya, resiko tidak sehat, bahkan resiko kebakaran. Lalu apakah Anda tidak akan masak?

Naik angkotpun mengandung resiko. Resiko kecopetan dan resiko kecelakaan. Apakah Anda tidak akan naik angkot? Tidak karena saya punya mobil, apakah mengendarai mobil sendiri tidak ada resikonya? Bahkan jalan kakipun tetap mengandung resiko, lalu apakah Anda tidak akan keluar rumah?

Memasak dan mengendarai kendaraan juga mengandung resiko, bahkan sampai resiko kehilangan nyawa. Tetapi semua orang melakukannya. Kenapa? Karena kita semua membutuhkannya, jadi dengan "terpaksa" kita melakukannya bahkan setiap hari.

Ketakutan Hanya Membatasi
Coba bayangkan jika Anda takut dengan resiko memasak dan menaiki kendaraan. Anda akan sangat terbatasi, sulit melakukan berbagai hal yang sangat vital bagi kehidupan Anda.

Begitu juga, dengan ketakutan-ketakutan yang lainnya akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda. Orang tidak akan mau berbisnis karena takut akan gagal sehingga uangnya akan hilang, dia tidak akan mendapatkan uang dari berbisnis. Seorang penjual yang takut akan ditolak, dia tidak akan mendapatkan seorang pembeli.

Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich mengatakan: "Rasa takut ini melumpuhkan kemampuan pertimbangan akal, merusak kemampuan imajinasi, membunuh rasa percaya pada diri sendiri, merongrong antusiasme, melemahkan inisiatif, menuju ketidak pastian mengejar sasaran, mendorong kebiasaan menunda- nunda, menghapus semangat, dan membuat kontrol atas diri sendiri jadi mustahil.

Rasa takut merenggut pesona dari kepribadian seseorang, menghancurkan kemungkinan kemungkinan pemikiran yang akurat, mengalihkan konsentrasi ats upaya; rasa takut mengalahkan ketekunan, mengubah kekuatan kemauan menjadi hal yang tidak ada artinya, membinasakan ambisi, mengaburkan ingatan, dan mengundang kegagalan dalam setiap bentuk yang bisa dipikirkan; rasa takut membunuh cinta dan mematikan emosi hati yang lebih halus, menghambat persahabatan dan mengndang bencana dalam seratus bentuk, mengakibatkan orang tidak bisa tidur, mendatangkan kesengsaraan dan ketidakbahagiaan---dan semua ini terjadi walaupun ada kenyataan bahwa kita hidup dalam dunia yang penuh keberlimpahan apa saja yang diinginkan orang tanpa ada yang menghalangi kita mendaptakan apa yang kita inginkan, kecuali kurangnya tekat yang pasti."

Jangan Biarkan Rasa Takut Bersama Anda.
Rasa takut bisa dihindari. Menjadi orang berani bisa dipelajari. Anda pun bisa, semua orang bisa, termasuk Anda.

Bahaya Berdalih

Berdalih (tauriah) adalah seseorang yang membicarakan sesuatu perkataan yang memiliki makna yang tidak dimaksudkan, tetapi yang dimaksudkan arti yang lain. Berdalih juga sering disebut berkelit.

Jika dilakukan tanpa alasan syar'i, berdalih merupakan bencana yang berbahaya. Berdalih sering menjurus kepada ketidak jujuran, karena mengatakan sesuatu yang tidak benar. Karena ego, sering orang mencari alasan pembenaran lain sehingga tanpa sadar dia menganggap dalih dia menjadi benar, tidak merasa tidak jujur.

Padahal Rasulullah SAW selalu menekankan untuk selalu jujur. Beliau bersabda:"Berpegang teguhlah kamu dengan kejujuran, karena kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan menunjukkan ke syurga dan jika seseorang berlaku jujur dan terus berlaku jujur maka Allah SWT akan mencatatnya sebagai orang yang sangat dipercaya."
(HR Bukhari dan Muslim)

Berdalih sering dilakukan untuk menyembunyikan sesuatu kegagalan atau kesalahan yang dia lakukan. Kenapa dia menyembunyikan? Karena dia takut akan pendapat orang lain terhadap dirinya, dia takut diejek atau dipandang rendah. Berdalih juga bisa menjadi alat untuk lari dari pertanyaan orang lain. Ujung-ujungnya orang yang suka berdalih adalah orang yang tidak memiliki kepercayaan pada dirinya sendiri.

Bahaya berdalih ialah karena dengan berdalih, realita akan tertutupi, tidak nampak, sehingga tidak akan ada perbaikan. Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi. Padahal jika kita tidak berdalih, selain kita bisa mengambil hikmah dari kesalahan dan kegagalan kita, kita juga bisa mendapatkan masukan berharga dari orang lain.

Lebih parah lagi, berdalih bisa menjerumuskan orang lain. Orang lain akan mengira dia berhasil sehingga mengikutinya, dan orang lain bisa ikut gagal. Bahaya lain ialah jika dalih Anda bisa dibaca oleh orang lain, akan menyebabkan berkurangnya kepercayaan orang lain kepada Anda, bahkan bisa hilang sama sekali. Jadi, kesimpulannya janganlah berdalih, kecuali yang dibenarkan oleh syar'i.

Keajaiban Pikiran

Ada suatu prinsip tentang pikiran yaitu "Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa... tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa, maka Anda tidak bisa".

Dulu, ada seseorang yang mengatakan bahwa dia bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi, padahal dia hanya seorang buruh dengan gaji yang sangat pas-pasan. Sementara ada orang yang seprofesi dengannya mengatakan tidak bisa. Setelah sekian tahun pemikiran kedua orang tersebut terbukti. Orang yang mengatakan bisa, akhirnya berhasil menyekolahkan 3 dari 4 anaknya ke perguruan tinggi. Sementara orang yang mengatakan tidak bisa, tak satu pun dari anaknya mengenyam bangku perguruan tinggi.

Anda percaya dengan prinsip pikiran di atas? Jika belum percaya, memang prinsip tersebut perlu kita perbaiki menjadi seperti ini:

"Bila Anda pikir Anda bisa, maka insya Allah Anda bisa... tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa, maka insya Allah Anda tidak bisa"

Sudah lebih nyaman dengan prinsip pikiran ini?

Untuk lebih memahami prinsip utama dari pemikiran ini, ada beberapa poin yang harus kita pahami.
  • Anda memiliki kemampuan belajar. Jadi jika saat ini Anda tidak bisa setelah Anda belajar maka Anda akan bisa.
  • Anda perlu memperluas wawasan, sebab seringkali sesuatu yang kita anggap sulit karena kita tidak memiliki wawasan tentangnya.
  • Suatu pekerjaan atau keterampilan yang dilakukan dengan sangat baik oleh orang lain biasanya hasil dari belajar atau latihan yang keras dan/atau lama. Jika Anda telah mencoba tetapi belum bisa, mungkin saja Anda perlu belajar dan latihan lagi.
  • Anda pernah menonton acara Guiness Book of Record, Ripley, Busset, Luar Biasa, dan cara sejenis lainnya? Sering kali sesuatu yang kita anggap tidak bisa dilakukan ternyata bisa dilakukan oleh orang lain.
  • Banyak hal yang kita anggap tidak bisa karena kita belum pernah mencobanya.
  • Masalah citra diri, seringkali anggapan kita terhadap diri kita dibawah kemampuan kita sebenarnya.
Inilah keajaiban berpikir. Jika Anda mengubah cara berpikir Anda, kehidupan Anda pun ikut berubah. Jika pikiran Anda berubah ke arah positif maka kehidupan Anda menuju arah yang positif. Sekali Anda dapat merangkul sepenuhnya kekuatan pemikiran Anda, maka kekuatan itu akan mengubah cara Anda menjalani kehidupan.

Guru yang Bijak


Pernahkan mendengar pepatah yang mengatakan bahwa "pengalaman adalah guru yang bijak"? Saking pentingnya belajar pada guru yang bijak ini, kita lihat di iklan lowongan kerja yang banyak menulis kata "berpengalaman". Suatu kata yang tidak disukai oleh para fresh graduate.

Namun sayang, banyak orang yang tidak bisa mengambil pelajaran dari guru yang bijak ini. Ada orang yang mengalami kegagalan yang sama berulang kali. Ada juga orang yang tidak mengalami peningkatan berarti setelah puluhan tahun melakukan sesuatu pekerjaan. Tidak sedikit orang yang memiliki usaha sejak puluhan tahun yang lalu tetapi tidak ada peningkatan berarti.

Jangan sampai kita juga menjadi orang yang tidak bisa belajar kepada guru yang bernama pengalaman ini. Bukan pengalamannya yang salah, tetapi cara belajarnya yang salah atau bahkan tidak belajar kepada sang guru ini. Bisa juga dia mengambil pelajaran yang salah dari pengalaman.

Lalu bagaimana cara belajar pada pengalaman? Pengalaman mengajarkan kepada Anda berupa keahlian. Cobalah evaluasi, kemampuan Anda apakah semakin hari kemampuan Anda bertambah? Jika tidak, berarti Anda belum belajar pada pengalaman. Sebagai contoh, jika Anda membuat sesuatu selama 10 menit, maka suatu saat Anda harus mengerjakan dalam waktu kurang dari 10 menit atau waktu yang sama tetapi hasil yang lebih baik. Anda akan dapat mengerjakan lebih baik, jika Anda belajar kepada pengalaman tentang apa saja yang membuat lama dan apa saja yang menyebabkan hasil pekerjaan tidak baik.

Pengalaman sebenarnya tidak menunjukan diri Anda. Tetapi guru tersebut menunjukan apa yang telah Anda lakukan. Jika Anda telah berhasil melakukan sesuatu, bukan berarti seperti itu kemampuan Anda. Tetapi pengalaman tersebut hanya memberi tahu kepada Anda bahwa Anda mampu melakukan hal tersebut. Apakah Anda mampu melakukan lebih baik? Pengalaman tidak menceritakan tetapi Andalah yang harus mencarinya dengan membuat pengalaman baru. Juga, jika memiliki pengalaman yang gagal, itu juga tidak menunjukan diri Anda. Anda bukanlah orang gagal. Anda hanya gagal pada pengalaman itu.

Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak. Mudah-mudahan guru-guru yang lainnya juga tidak kalah bijak.

Haruskah Aku Mengeluh?

Haruskah aku mengeluh? Sementara Allah memberikan nikmat Islam kepadaku. Nikmat yang menerangi jalanku. Nikmat yang menunjukan jalan menuju keselamatan. Nikmat yang memberi petunjuk untuk sukses dunia akhirat.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dianugrahi orang tua yang bijak. Yang menjadi inspirasi hidupku. Yang membimbingku ke arah hidup yang lebih baik. Yang membesarkanku dan membimbingku. Yang tidak pernah lelah menjaga dan merawat agar aku tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Yang rela berkorban demi kebaikanku.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dijodohkan dengan seorang istri yang cantik dan penyabar. Yang selalu menemani suka maupun duka. Yang selalu mendoakanku sehabis shalat. Yang selalu memberikan dorongan agar aku terus bergerak. Yang memberikan kekuatan saat aku lemah. Yang tanpa lelah melayani keperluanku.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dilahirkan ditengah saudara-saudara yang baik hati. Saudara yang suka menghibur aku, saudara yang selalu siap menolong aku. Saudara yang sering aku mintai nasihat dan pendapat. Saudara-saudara yang secara bersama berjuang demi kebaikan bersama. Saudara-saudara yang membuat aku berani menjalani hidup.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku diberikan banyak kelebihan. Aku memiliki kemampuan belajar, aku memiliki kemampuan bicara, aku memiliki kemampuan menulis, dan keyakinan bahwa masih bisa memiliki kemampuan-kemampuan yang lainnya.

Dan masih banyak nikmat-nikmat dari Allah yang tidak bisa aku sebutkan, banyak sekali bahkan tidak akan terhitung. Ternyata tidak ada alasan untuk mengeluh.

Belajar Kepada Bunglon

Pada artikel terdahulu kita pernah belajar atau mengambil hikmah dari kehidupan cicak dan semut. Kini kita akan belajar atau mengambil hikmah dari kehidupan bunglon. Terkadang ada kesan negatif dari sifat kehidupan seekor bunglon. Kesannya adalah seperti orang munafik. Tetapi jika cara berpikirnya beda, kita justru akan mendapatkan pelajaran positif dari bunglon.

Bunglon adalah hanya salah satu wakil dari hewan yang memiliki kemampuan beradaptasi. Pada VCD-VCD Harun Yahya Anda bisa mempelajari berbagai perilaku hewan yang mengagumkan seperti bunglon. Kita kembali ke bunglon, apa istimewanya? Seperti yang sudah kita ketahui salah satu keistimewaan bunglon ialah mampu mengubah warna dirinya sesuai dengan kondisi lingkungannya. Dengan kata lain, bunglon mampu beradaptasi dengan cepat sesuai dengan lingkungan dimana dia berada.

Untuk apa bunglon menyesuaikan dirinya? Jawabannya adalah untuk bertahan, dengan cara demikian bunglon dapat mengelabui musuhnya sehingga dia tidak terlihat, sehingga dia tidak dimangsa. Jadi ini adalah strategi bunglon untuk bertahan hidup.

Apa hikmah yang bisa kita ambil? Agar kita bisa bertahan bahkan bisa sukses kita harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. Dalam berdakwah pun Rasulullah SAW melakukan cara yang berbeda sesuai dengan kondisinya. Kadang beliau berdakwah dengan lembut, kadang dengan tegas, bahkan kadang dengan cara berperang. Itu menujukan bahwa kita harus pandai melakukan cara yang sesuai dengan kondisi.

Ini juga bisa diaplikasikan untuk berbagai hal lainnya, dalam berkomunikasi, berbisnis, bekerja, berkeluarga, tentu saja dalam berdakwah juga. Maka wajarlah jika kemampuan beradaptasi menjadi salah satu karakteristik yang dimiliki oleh orang-orang sukses. Jadi, jika Anda ingin menjadi orang sukses, Anda harus belajar cara beradaptasi ini.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan ialah, meskipun bunglon berubah warna tetapi dia tetap bunglon. Artinya ialah, kita memang harus pandai beradaptasi, tetapi kita tetap seorang muslim yang harus hidup dengan aturan-aturan mulia dari AL Quran dan Hadits.

about me,,,


 

Design by kuncen jeungjing